Bagaimana Melakukan Walkthrough Proses Pengendalian Internal

Sebagai bagian dari audit laporan keuangan, auditor diharuskan untuk memperoleh pemahaman tentang sistem pengendalian internal perusahaan. Clifton Gunderson CPA and Consultants mendefinisikan pengendalian internal sebagai jaringan kebijakan, prosedur, sikap, dan tindakan yang saling berhubungan yang mencapai hasil yang diinginkan. Hasil yang diinginkan adalah untuk menghasilkan laporan keuangan yang bebas dari salah saji material dan untuk memberikan gambaran yang jelas kepada pengguna laporan keuangan tentang posisi keuangan organisasi. Auditor meninjau proses pengendalian internal dengan melakukan penelusuran untuk menilai risiko kesalahan penyajian material secara keseluruhan pada laporan keuangan.

1

Dokumentasikan kelas transaksi yang signifikan. Menurut Guide to Audit Risk Assessment, kelas transaksi yang signifikan adalah transaksi dalam operasi perusahaan yang merupakan kunci laporan keuangan karena volume atau jumlah dolar dari transaksi tersebut. Saat mengaudit bisnis ritel, auditor dapat mengidentifikasi penerimaan kas sebagai kelas transaksi yang signifikan karena perusahaan menerima uang tunai berkali-kali sepanjang tahun. Dokumentasikan semua kelas transaksi penting dan minta klien untuk memberikan deskripsi prosedur untuk setiap kelas.

2

Dapatkan dan dokumentasikan pemahaman tentang sistem kontrol internal klien. Tanyakan manajemen bagaimana proses diselesaikan. Saat mengaudit transaksi penjualan, misalnya, auditor dapat menanyakan siapa yang mengumpulkan uang tunai, kapan kas dikumpulkan dan bagaimana kas dikumpulkan. Selain memperoleh pemahaman tentang proses pengendalian internal, Pernyataan Akuntan Publik Bersertifikat American Institute tentang Standar Auditing 109 mengharuskan auditor untuk mendokumentasikan pemahaman organisasi dan lingkungannya. Ini dilakukan dengan menyusun daftar periksa, diagram alir atau narasi, atau melakukan kuesioner pengendalian internal.

3

Melihat dan mendokumentasikan contoh transaksi dari setiap kelas transaksi yang diidentifikasi. Gunakan dokumentasi pengendalian internal untuk menentukan apakah contoh transaksi mengalir dengan benar melalui sistem pengendalian internal. Misalnya, auditor dapat mengamati pelanggan membayar tunai kepada kasir resmi pada saat pembelian. Dia kemudian mendokumentasikan rincian transaksi, seperti tanggal dan jumlah dolar, dan menentukan apakah ada perbedaan dari prosedur pengendalian internal yang didokumentasikan.

4

Diskusikan hasil dengan manajemen dan dokumentasikan perubahan pada penilaian risiko berdasarkan hasil. Sebagaimana disyaratkan oleh Pernyataan AICPA tentang Standar Audit 115, hubungkan temuan dengan manajemen dalam komunikasi tertulis. Selain itu, dokumentasikan apakah evaluasi sistem pengendalian internal meningkatkan atau menurunkan risiko terjadinya salah saji material dalam laporan keuangan.