Teori Perilaku Organisasi & Sumber Daya Manusia

Perilaku organisasi mengacu pada bagaimana individu dan kelompok berperilaku dalam pengaturan organisasi. Teori sumber daya manusia membantu menjelaskan bagaimana perilaku dan struktur manajemen dapat secara positif atau negatif mempengaruhi perilaku karyawan. Dengan memiliki dan bertindak berdasarkan pemahaman dasar tentang perilaku organisasi dan teori SDM, pemilik usaha kecil dapat memaksimalkan produktivitas dan kreativitas karyawan serta meminimalkan pergantian karyawan.

Faktor-faktor dalam Perilaku Karyawan

Beberapa faktor terlibat dalam perilaku karyawan. Menurut What Is Organizational Behavior, ini termasuk mekanisme organisasi (seperti budaya dan struktur) dan mekanisme kelompok (seperti perilaku kepemimpinan dan fungsi tim). Mereka juga mencakup karakteristik individu (seperti kepribadian, nilai dan kemampuan) dan mekanisme individu seperti kepuasan kerja, stres, motivasi, etika, dan pembelajaran dan pengambilan keputusan.

Sintesis Ilmu

Dengan demikian, teori perilaku organisasi dan sumber daya manusia berasal dari sintesis beberapa ilmu, antara lain psikologi, sosiologi, antropologi, ekonomi, ilmu politik, teknik dan kedokteran. Misalnya, antropologi berkontribusi untuk memahami bagaimana budaya memengaruhi perilaku. Pengobatan, di sisi lain, dapat memberikan informasi tentang bagaimana stres jangka panjang memengaruhi kesehatan karyawan. Studi ekonomi dapat membantu kita memahami bagaimana kesehatan karyawan yang buruk memengaruhi produktivitas dan, pada akhirnya, keuntungan.

Teori Kinerja

Teori SDM bertujuan untuk mencapai dua hasil utama: kinerja kerja yang lebih efisien dan efektif dan peningkatan motivasi atau komitmen pekerja. Salah satu ahli teori efisiensi, Henri Fayol, berpendapat bahwa pekerja berfungsi lebih efisien ketika manajemen lebih efisien. Dari teori ini muncul empat fungsi manajemen: perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian. Pakar efisiensi lainnya adalah Frederick Taylor, yang teorinya menghasilkan pekerjaan yang dirancang untuk memerlukan lebih sedikit pergerakan dan sistem upah borongan untuk pekerja pabrik.

Teori Motivasi

Abraham Maslow mengembangkan salah satu teori pertama tentang apa yang memotivasi individu. Menurut Maslow, manusia memiliki kebutuhan yang diatur dalam hierarki yang digambarkan dengan piramida. Kebutuhan dasar yang ada di dasar piramida, seperti pangan dan papan, harus dipenuhi terlebih dahulu. Setelah kebutuhan dasar ini tercapai, karyawan berusaha untuk merasa aman (seperti keamanan kerja), dicintai (persahabatan dan hubungan), memiliki rasa pencapaian (seperti melalui pengakuan atau pekerjaan yang dilakukan dengan baik) dan akhirnya, untuk aktualisasi diri (pekerjaan yang memuaskan secara pribadi).

Kebutuhan harus dipenuhi di setiap tingkat sebelum karyawan dapat bergerak lebih tinggi di sepanjang segitiga. Oleh karena itu, seorang karyawan yang takut akan pekerjaannya, atau sering khawatir tentang memenuhi kebutuhan hidupnya, tidak dapat fokus pada tujuan berkinerja tinggi. Seiring waktu, hal ini dapat menurunkan kinerja dan dapat memengaruhi semangat kerja kantor. Hal ini dapat mengakibatkan karyawan yang paling kompeten meninggalkan tempat kerja yang tidak menyenangkan, meninggalkan yang kurang kompeten. Kebijakan sumber daya manusia yang menghargai pekerja dapat dilihat sebagai investasi dalam bisnis itu sendiri.