Empat Elemen Kepemimpinan Transformasional

Organisasi menekankan konsep kepemimpinan dalam melatih manajer atau pemimpin kelompok untuk mendorong tim atau organisasi maju. Dalam kepemimpinan, efektivitas pemimpin transformasional versus pemimpin transaksional sering diperdebatkan. Kepemimpinan transaksional lebih mengandalkan pada pemahaman "memberi dan menerima", di mana bawahan memiliki rasa kewajiban kepada pemimpin sebagai imbalan atas beberapa hadiah.

Teori kepemimpinan transformasional, di sisi lain, melibatkan hubungan yang berkomitmen antara pemimpin dan pengikutnya. Kepemimpinan transformasional pertama kali diciptakan oleh James Burns pada tahun 1973, menurut Universitas St. Thomas. Pada tahun 1985, psikolog industri Bernard Bass mengidentifikasi dan menulis tentang empat faktor kepemimpinan transformasional.

Pengaruh Pemimpin yang Diidealkan

Karisma menandai salah satu karakteristik kepemimpinan transformasional yang paling mudah diidentifikasi. Seperti yang dijelaskan Ronald E Riggio PhD dalam Psychology Today, ini adalah bagian dari menjadi panutan yang positif, menampilkan kepribadian karismatik yang memengaruhi orang lain untuk ingin menjadi lebih seperti pemimpin. Pengaruh yang diidealkan dapat paling banyak diekspresikan melalui kesediaan pemimpin transformasional untuk mengambil risiko dan mengikuti serangkaian nilai inti, keyakinan, dan prinsip etika dalam tindakan yang diambilnya. Melalui konsep pengaruh ideal inilah pemimpin membangun kepercayaan dengan para pengikutnya dan para pengikutnya, pada gilirannya, mengembangkan kepercayaan pada pemimpin mereka.

Motivasi dan Kemampuan Inspirasional untuk Menginspirasi Keyakinan

Motivasi inspirasional mengacu pada kemampuan pemimpin untuk menginspirasi kepercayaan diri, motivasi, dan tujuan pada pengikutnya. Pemimpin transformasional harus mengartikulasikan visi yang jelas untuk masa depan, mengkomunikasikan ekspektasi kelompok dan menunjukkan komitmen terhadap tujuan yang telah ditetapkan. Aspek kepemimpinan transformasional ini membutuhkan keterampilan komunikasi yang luar biasa karena pemimpin harus menyampaikan pesannya dengan presisi, kekuatan, dan rasa otoritas. Perilaku penting lainnya dari seorang pemimpin termasuk optimisme yang berkelanjutan, antusiasme dan kemampuannya untuk menunjukkan hal yang positif.

Stimulasi Intelektual dan Kreativitas

Kepemimpinan transformasional menghargai kreativitas dan otonomi di antara pengikut pemimpin. Pemimpin mendukung pengikutnya dengan melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan dan mendorong upaya mereka untuk menjadi sekreatif dan seinovatif mungkin untuk mengidentifikasi solusi.

Untuk tujuan ini, pemimpin transformasional menantang asumsi dan mengumpulkan ide dari pengikut tanpa mengkritik. Dia membantu mengubah cara berpikir pengikut dan membingkai masalah dan hambatan. Visi yang disampaikan oleh pemimpin membantu pengikut melihat gambaran besarnya dan berhasil dalam upaya mereka.

Pertimbangan Individual Anggota Grup

Setiap pengikut atau anggota kelompok memiliki kebutuhan dan keinginan khusus. Misalnya, beberapa dimotivasi oleh uang sementara yang lain oleh perubahan dan kegembiraan. Elemen pertimbangan individual dari kepemimpinan transformasional menyadari kebutuhan ini. Pemimpin harus mampu mengenali atau menentukan - melalui penyadapan atau pengamatan - apa yang memotivasi setiap individu.

Melalui pembinaan dan pendampingan satu lawan satu, pemimpin transformasional memberikan kesempatan untuk sesi pelatihan yang disesuaikan untuk setiap anggota tim. Kegiatan ini memungkinkan anggota tim untuk tumbuh dan menjadi puas di posisi mereka.