Bagaimana Menghitung Dividen Saham Preferen

Saham preferen adalah jenis ekuitas atau jaminan kepemilikan. Tidak seperti saham biasa, saham preferen tidak memiliki hak suara pada rapat pemegang saham. Namun demikian, saham preferen memberikan dividen tetap yang dicantumkan dalam prospektus saham pada saat saham tersebut diterbitkan pertama kali. Dividen harus dibayarkan sebelum dividen saham biasa.

  1. Tinjau Prospektus

  2. Temukan persentase dividen yang tercantum dalam prospektus saham preferen. Biasanya jumlah dividen tahunan dinyatakan sebagai persentase dari nilai par, yang merupakan harga asli saham yang diminta. Jika prospektus tidak tersedia, Anda biasanya dapat menemukan informasi yang diposting di situs web hubungan investor perusahaan. Atau, broker Anda dapat memberikan informasi.

  3. Temukan Nilai Dolar

  4. Ubah persentase dividen menjadi dolar. Kalikan nilai par untuk saham preferen dengan persentase dividen. Misalnya, jika persentase dividen adalah 7,5 persen dan saham diterbitkan dengan harga $ 40 per saham, dividen tahunan adalah $ 3 per saham.

  5. Temukan Nilai Pasar

  6. Dapatkan harga pasar saham saat ini. Harga saham tersedia dari bursa saham tempat saham preferen diperdagangkan. Sebagai alternatif, ada banyak situs web keuangan yang menyediakan harga saham terkini. Anda juga dapat menanyakan broker Anda untuk penawaran harga saat ini.

  7. Hitung Hasil

  8. Hitung hasil dividen saat ini. Imbal hasil adalah tingkat bunga efektif yang Anda terima jika Anda membeli saham preferen. Hasil sama dengan dividen tahunan dibagi dengan harga saat ini. Misalkan saham preferen memiliki dividen tahunan sebesar $ 3 per saham dan diperdagangkan dengan harga $ 60 per saham. Hasil sama dengan $ 3 dibagi $ 60, atau 0,05. Kalikan dengan 100 untuk mengubah persentase hasil sebesar 5 persen.

Hal-hal yang Perlu Dipertimbangkan

Investor umumnya membeli saham preferen untuk pendapatan yang diberikan dividen. Untuk sebagian besar saham preferen, jika perusahaan terpaksa melewatkan dividen yang terakumulasi, perusahaan masih harus membayar tunggakan dividen tersebut sebelum dividen saham biasa selanjutnya dapat dibayarkan. Selain itu, saham preferen memiliki risiko lebih kecil daripada saham biasa karena pemilik saham preferen harus dibayar sebelum pemegang saham biasa jika perusahaan menjadi bangkrut.

Meskipun ada peluang pertumbuhan nilai saham, biasanya terbatas. Harga saham preferen dan imbal hasil cenderung berubah sebagai respons terhadap suku bunga yang berlaku. Ketika suku bunga naik, harga saham preferen bisa turun, yang menyebabkan hasil dividen meningkat. Kebalikannya mungkin terjadi ketika suku bunga turun, yang berarti harga saham bisa naik dan hasil dividen turun.

Saat menilai potensi investasi dari saham preferen, yang paling tepat adalah membandingkan hasil dividen dengan hasil obligasi korporasi dan masalah saham preferen lainnya.